Windows masih tetap system operasi favorit saat ini, karena kepopulerannya pula sehingga banyak bermunculan virus ataupun malware yang dibuat untuk menyerang windows. Tentu sangat tidak nyaman bila setiap saat kita harus menginstal ulang windows karena banyaknya serangan malware.

Ada beberapa cara yang dapat ditempuh untuk mengamankan system operasi kita. Yang pertama menggunakan software deep freeze. Sebelum menginstal deep freeze pastikan setting windows sudah optimal, tidak ada error, dan pindahkan dahulu default my documents dari drive C ke D. Berikutnya instal deep freeze, protect drive C saja. Ini memang cara yang sangat handal untuk mencegah error pada system operasi, karena setiap restart kondisi drive C akan kembali kekeadaan awal, dan mengabaikan segala perubahan yang terjadi. deep freeze Bagi beberapa orang kondisi seperti ini justru sangat menyebalkan. setiap mau instal sofware harus membuka proteksi deep freze dulu. Bahkan beberapa game juga tidak bisa save gara-gara drive C terproteksi sehingga setiap buka game pasti dari level 1.

Cara berikutnya lebih manusiawi, kita tetap bisa memakai windows secara normal. Di sini cara yang dipakai adalah dengan membuat backup drive C. Gunakan software Acronis, booting pakai cd acronis lalu buat backup drive C. Simpan Backup di drive D. Saya biasa menyimpan backup ini di folder System Volume Information biar aman dan tidak bisa diakses lewat windows. Saat error terjadi, boot pakai cd acronis restore backup tersebut, waktu yang dibutuhkan untuk restore sekitar 10 menit dan tergantung juga berapa banyak kapasitas backupnya. acronis