Pada monitor crt sering dijumpai kerusakan gambar pada layar yang hanya separuh sebelah atas atau separuh sebelah bawah atau hanya tampak garis putih datar di tengah layar. Kerusakan seperti ini sudah sangat jelas bahwa rangkaian vertikal defleksi yang rusak sehingga gambar tidak terdefleksi vertikal sepenuhnya.

Sebenarnya kerusakan yang paling sering ditemui adalah solderan yang retak. Saat monitor menyala, ic vertikal mengeluarkan panas yang berlebih, biarpun sudah dipasangkan headsink yang biasanya berukuran lumayan besar, tetap saja ada pengaruh ke solderan kaki-kakinya, bahkan saking panasnya komponen disekitarnyapun ikut terkena imbasnya, lama-kelamaan solderan-solderan di sekitar ic menjadi retak, elco-elco yang terkena panas juga cepat rusak. Bila monitor crt anda menunjukan gejala seperti di atas, segera matikan monitor, lepas kabel-kabelnya, buka, dan cari bagian rangkaian vertikal, sangat mudah menemukannya,  biasanya berupa sebuah ic yang berdiri, kaki banyak kadang berupa seperti sisir, kadang kaki-kakinya ada dua baris depan belakang, dan pada ic ini selalu terdapat headsink alumunium yang besar. Coba solder ulang kaki-kaki ic dan juga komponen-komponen disekitarnya, test monitor nyalakan apakah sudah normal?

Bila masih mati separuh atas atau bawah, (kadang tidak benar-benar mati tapi separuh normal, separuh mengkerut atau getar) maka yang harus dicek adalah tegangan input ic vertikal. pada kasus mati separo ini tegangan input hilang salah satu, yang (+) atau yang (-). Beberapa type ic vertikal menggunakan dua input tegangan, jadi pada kaki ic ada (+), ada (-), dan ada ground (gnd). Ingat tegangan (-) bukanlah ground, tapi benar-benar minus, bisa diamati dari posisi polaritas elconya. Nyalakan saja monitor dan cek dengan hati-hati tengangan (+) dan (-) tersebut, telusuri dimana putusnya, ganti elconya bila tidak menemukan jalur putus (biasanya ada resistor-resistor fuse mati pada jalur input tegangan).

Untuk yang hanya terlihat garis mendatar di tengah layar, bila dengan penyolderan ulang belum juga tertolong, harus cek tegangan inputnya, bila tegangan normal, ganti saja ic vertikalnya, untuk lebih meyakinkan ganti juga elco-elco disekitar ic vertikal. bila belum berhasil, langkah terakhir adalah memeriksa yoke defleksi, pada beberapa kasus walau sangat jarang bisa saja yoke terbakar, biasanya terlihat gosong dan berbau sangit. Lepas board video pada leher tabung crt, lepas cincin-cincin defleksi, lalu lepas gulungan yoke dan amati serta cium baunya. Bila memang terbakar, maka yoke harus diganti dan bagian tersulit mengganti yoke monitor adalah menyetel warna, hidupkan monitor dan putar-putar cincin deflesi sampai warna tidak lagi pecah (merah, hijau, dan biru bisa menyatu sempurna), kadang posisi yoke juga harus diatur sedikit mundur atau mentok maju.