Komponen utama battery

Sebenarnya apa saja isi dari sebuah battery laptop? Di dalam battery laptop ada dua komponen penting yaitu cell dan board battery.

  • Cell

Cell adalah komponen penyimpan listrik. Ada 2 type cell yaitu Lithium dan Ni-Cd. Kebanyakan battery sekarang menggunakan cell type Lithium. Sedangkan bentuk cell ada 2 macam yaitu silinder dan kotak. Untuk type silinder seri yang sering digunakan adalah 18650 dan 17650. Dua angka pertama adalah diameter dalam milimeter, dan tiga angka di belakang adalah tingginya. Jadi type 17650 berarti cell berdiameter 17mm dan tinggi 650mm. Untuk cell type kotak lebih ringkas dan banyak digunakan pada laptop berukuran kecil.

 

 

  • Board

Board pada battery berfungsi sebagai penyampai informasi status cell ke laptop. Board battery memiliki memory untuk menyimpan informasi seperti berapa persen status battery, berapa kapasitas maksimal dan minimal battery, berapa kali battery pernah dicharge, dst.

 

 

 

Tips charging pertama kali pada battery baru

Benarkah battery baru perlu dicharge lama? Apa manfaatnya? Harus diingat bahwa kapasitas suatu battery laptop ditentukan oleh kemampuan cell menyimpan listrik dan juga informasi board battery tentang kapasitas maksimal battery. Cell battery diproduksi secara masal dan biarpun satu merk dan satu type tiap cell tidaklah sama persis kemampuan menyimpan listriknya. Pada waktu charging pertama kali board battery akan mendeteksi berapa kapasitas maksimal FFC (Full Charge Capacity) dan menyimpan info tersebut pada bagian memorynya. Charging yang lama pada battery baru berfungsi untuk memperoleh FFC yang setinggi-tingginya. Karena itulah agar tercapai FFC yang tinggi charge battery baru sekitar 6 – 8 jam (baca pada petunjuknya).

 

 

Tips perawatan battery laptop

Battery laptop memiliki usia pakai. Untuk battery yang bagus bisa sampai 800 x siklus charging-discarging. Setiap kali melakukan charge tidak peduli sampai 100% atau tidak, memory pada board battery akan menghitungnya sebagai 1 siklus. Biasakan melakukan charge battery setelah mendekati habis (sekitar 10%) dan charge sampai penuh 100%. Juga perhatikan hal-hal berikut:

 

  • Hindari over charge

Pada pemakaian sehari-hari saat charge cukup sampai tercapai 100% segera cabut charger. Tidak semua laptop mempunyai sytem auto cut yang berfungsi memutus arus charge saat kondisi 100% tercapai sehingga charging tetap berjalan walaupun sudah tercapai 100%. Charge yang berlebihan ini dapat memperpendek usia battery, battery terlalu panas, bahkan pada beberapa kasus battery bisa meledak atau terbakar.

 

  • Lepas battery

Bila bekerja terlalu lama menggunakan listrik bisa saja battery dilepas  Ini berguna untuk menghindari over charging, mengurangi panas dan tentunya memperpanjang umur battery. Tapi harap diingat menyalakan notebook langsung pakai listrik tanpa battery juga beresiko memperpendek umur mainboard notebook, battery juga berfungsi menstabilkan arus listrik, tanpa battery capasitor akan bekerja keras untuk meratakan arus listrik sehingga umurnya akan lebih pendek. Tinggal pilih mana mau awet battery atau awet mainboard?

 

  • Penyimpanan battery

Kemampuan battery akan terus menurun walaupun tidak dipakai. Hindari menyimpann battery terlalu lama. Battery yang disimpan terlalu lama tanpa pernah dicharge akan mengalami mati suri dan tidak dapat digunakan. Walaupun selalu menggunakan listrik dan tidak memerlukan battery, usahakan menggunakan battery dan melakukan charge 100% setiap 3 – 5 hari sekali.

 

Masalah battery boros

Battery laptop yang terlalu cepat habis belum tentu karena kapasitasnya yang terlalu kecil. Penggunaan fitur yang berlebihan adalah salah satu penyebab borosnya battery. Bagaimana agar battery bertahan lebih lama?

  1. Matikan wifi dan bluetooth saat tidak digunakan.
  2. Atur brightness layar agak redup, semakin terang akan semakin boros battery.
  3. Atur option antivirus anda. Antivirus yang terlalu berat bekerja akan terus-menerus memutar harddisk dan ini berdampak pada ketahanan battery.
  4. Atur speed proccesor. Pada control panel > power pilih option power saver. Ini akan otomatis melakukan penghematan battery, menurunkan kecepatan processor saat tidak sibuk bekerja sehingga battery lebih awet.

 

Menghindari kasus battery terbakar/ meledak

Pada beberapa kasus battery dapat meledak atau terbakar, karena itu perlu diperhatikan beberapa hal agar dapat menggunakannya dengan aman.

  1. Gunakan battery orisinil yang lebih terjamin kwalitasnya, hindari menggunakan battery servisan yang cellnya telah diganti dan tidak diketahui bagaimana kwalitas cell tersebut.
  2. Hindari charging terlalu lama (maksimal 8 jam) yang akan berakibat terlalu panas dan beresiko meledak.
  3. Pilih salah satu listrik atau battery, bila sudah charging 100%, cabut charger bila ingin menggunakan battery, atau lepas battery bila ingin menggunakan listrik.
  4. Pakai charger yang direkomendasikan laptop, pemakaian charger yang tidak sesuai bisa menyebabkan overheating.
  5. Pastikan sirkulasi udara lancar, hindari menggunakan laptop di kasur, di dalam softcase, ataupun meletakan di atas dasboard mobil yang panas.
  6. Bila anda mendengar adanya laptop yang ditarik peredarannya karena banyak kasus battery terbakar, segera cek apakah itu type sama dengan laptop anda.